6 Perkara yang menentukan Amalan.


Para
ulama
telah
sepakat, suatu
ibadah
tidaklah sah,
kecuali
apabila
terkumpul 2 syarat.
Yaitu :

1. Ikhlas
karena Allah

2. Mutaba’ah (mengikuti
contoh Rasululloh
shollallahu 'alaihi wa
sallam ).
Hendaknya diketahui,
bahwasanya mutaba’ah
(ittiba) tidak akan
terwujud, melainkan bila
amal itu sesuai dengan
syari’at Islam dalam 6
perkara:

(a) sebabnya

(b) jenisnya

(c) kadar (bilangan/
ukuran)nya

(d) kaifiyat (cara)nya

(e) waktunya

(f) tempatnya
Penjelasan:

a. Sebabnya.
Jika seseorang
melakukan suatu ibadah
kepada Allah dengan
sebab yang tidak
disyariatkan, maka
ibadah tersebut adalah
bid’ah dan tidak
diterima. Misalnya, ada
orang yang melakukan
sholat tahajud pada
malam 27 bulan Rajab,
dengan dalih bahwa
malam itu adalah malam
mi’raj Rasululloh
(dinaikkan ke atas
langit). Sholat tahajud
adalah ibadah, tetapi
karena dikaitkan dengan
sebab tersebut, maka ia
menjadi bid’ah. Karena
ibadah tadi didasarkan
atas sebab yang tidak
ditetapkan dalam
syari'at. Syarat ini sangat
penting, karena dengan
demikian akan dapat
diketahui beberapa
macam amal yang
dianggap termasuk
sunnah, namun
sebenarnya adalah
bid’ah.

b. Jenisnya.
Maksudnya, ibadah harus
sesuai dengan syari’at
dalam jenisnya. Jika
tidak, maka tidak
diterima. Misalnya,
seorang yang
menyembelih kuda untuk
kurban. Maka
penyembelihan ini tidak
sah, karena menyalahi
ketentuan syari’at dalam
jenisnya. Yang boleh
dijadikan kurban yaitu
unta, sapi, dan kambing.

c. Kadar (bilangan/
ukuran)nya.
Jika ada seseorang yang
menambah bilangan
raka’at sholat, yang
menurutnya penambahan
itu diperintahkan, maka
sholat tersebut adalah
bid’ah dan tidak
diterima,
karena tidak sesuai
dengan ketentuan
syari'at dalam hal jumlah
bilangan raka'atnya. Jadi
apabila ada orang sholat
Zhuhur lima raka'at,
umpamanya, maka
sholatnya tidak sah.

d. Kaifiyat (cara)nya.
Seandainya ada orang
yang sholat, dia sujud
terlebih dahulu sebelum
ruku, maka sholatnya
tidak sah dan tertolak,
karena tidak sesuai
dengan cara yang
ditentukan syari’at.

e. Waktunya.
Apabila ada orang yang
menyembelih binatang
kurban atau hadyu pada
hari pertama bulan
Dzulhijjah, maka
sembelihan (kurban)nya
tidak sah, karena waktu
pelaksanaannya di luar
ketentuan ajaran Islam.
Contoh lain, orang yang
sholat sebelum masuk
waktunya, maka
sholatnya tidak diterima.

f. Tempatnya.
Andaikata ada orang
yang beri’tikaf di tempat
selain masjid, maka
i’tikafnya. tidak sah.
Sebab, tempat i’tikaf
hanyalah di masjid.


#Sumber
http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_16913.shtml

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "6 Perkara yang menentukan Amalan."

Post a Comment

SilaHkan COMENT!